Aturan kepemilikan sepak bola - Aturan kepemilikan sepak bola

Di Korea Selatan, Pelaku Kejahatan Seksual Dipasangi G「Indonesia Lottery Official Website」elang Kaki Elektronik

  • 时间:
  • 浏览:0

Salah satunya tIndonesia Lottery Official WebsiteindonIndonIndonesia Lottery Official Websiteesia Lottery Official Websiteesia Lottery Official Websiteerjadi pada seorang pria bermarga Kang, 56. Pelaku diduga membunuh dua perempuan dan melepas gelang kaki elektroniknya.

Baca juga: Narapidana Pemerkosaan Anak Bebas Penjara, Warga Korea Selatan Sambut dengan Lemparan Telur

Polisi melancarkan perburuan, dan Kang menyerahkan diri dua hari kemudian dan mengaku membunuh kedua perempuan itu.

Meskipun telah ketat mengawasi mantan narapidana kejahatan seksual, penerapan gelang kaki dinilai tidak sepenuhnya dapat mencegah pelaku mengulangi kejahatannya.

Aturan tersebut diberlakukan sejak 2008.

KOMPAS.com - Mantan narapidana kejahatan seksual di Korea Selatan dipakaikan gelang kaki elektronik setelah bebas dari penjara.

Dia memotong perangkat di rumahnya di Distrik Songpa, Seoul selatan sekitar pukul 17.30 waktu setempat pada 27 Agustus 2021, dan melarikan diri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Menurut petugas, saat mengenakan gelang kaki, para pelanggar akan diawasi oleh pihak berwajib selama 24 jam.

Dia memiliki 14 hukuman sebelumnya untuk sejumlah kejahatan termasuk perampokan, penyerangan seksual dan pemerkosaan.

Dilaporkan Korea Times, sejumlah mantan narapidana kejahatan seksual masih dapat melakukan kejahatan meskipun telah diberikan gelang kaki elektronik.

Baca juga: Kisah Pria yang Dipenjara 20 Tahun atas Kasus Pembunuhan, Ternyata Polisi Salah Tangkap

Dikutip dari Korea JoongAng Daily, gelang kaki tersebut harus dipakai hingga 10 tahun setelah pelaku dibebaskan dari penjara.

Menurut polisi, Kang telah dibebaskan dari penjara pada Mei 2021 setelah menjalani hukuman 15 tahun karena penyerangan seksual.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia membunuh satu korban saat memakai gelang kaki di rumah dan yang lainnya setelah menghancurkannya.

Alasannya, hal itu sebagai upaya untuk memperkuat hukuman bagi kejahatan seksual serta memudahkan untuk memantau pelanggar dan mencegah kekerasan berulang.